Assalamu'alaikum. Warohmatullahi. Wabarokatuhu..

Cari halaman Ini

Kamis, 10 Desember 2015

Berita Biak - Kemeriahan HUT Yapis Biak Menyelenggarakan Kegiatan Donor Darah

Kemeriahan HUT Yapis Biak Menyelenggarakan Kegiatan Donor Darah

28 November 2015
Reporter : Nova Ria Sari Arnold


BIAK - Dalam rangka memperingati HUT Yapis, telah berlangsung  kegiatan sosial donor darah yg diselenggarakan oleh PMI Biak 28/11. Yapis Biak terpilih menjadi tempat diselenggarakannya kegiatan donor darah untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya diadakan di RS angkatan Laut Biak bulan November 2014.


Selain itu Very Moningka sebagai ketua PMI Biak saat diwawancarai di sela sela berlangsungnya kegiatan menjeskan bahwa tujuan diadakan donor darah agar melatih anak sekolah menengah atas dan mahasiswa memiliki kepedulian sesama manusia yang membutuhkan transfusi darah. "Sy bangga dan berterima kasih khusunya untuk anak-anak SMK, SMA dan mahasiswa, guru dan dosen memiliki kepedulian untuk ikut melakukan donor darah" Ujarnya.

Veri berharap kegiatan ini tetap terus dipertahankan dan terus bisa rutin diadakan agar selain bersifat sosial, kegiatan ini juga membantu manusia untuk bisa menjaga kesehatan.
( nrs )

Berita Biak - SMK Yapis Biak akan gelar Pentas Seni Tari Nusantara sabtu mendatang

SMK Yapis Biak akan gelar Pentas Seni Tari Nusantara sabtu mendatang

Kamis, 10 Desember 2015
Reporter  : TRY RYAN DINIYANTO 

( sanggar Seni Meos Byaki SMK Yapis Biak Bersama Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhyono dan Ibu beserta Gubernur Propinsi Papua Lukas Enembe dan Ibu)


BIAK – Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Yapis Biak Akan mengelar Pentas Seni Tari Nusantara Sabtu(12/12/2015) di halaman SMK Yapis Biak.

Kepala Sekolah SMK Yapis Basri Mamonto S.Sos , Ketika di konfirmasi mengakui Kegiatan ini dilaksanakan agar dapat membudayakan Seni Tari dan budaya Kepada Siswa –siswunya khusunya seni papua dengan tujuan melestarikan seni budaya bangsa agar tidak punah .

“ Kegiatan ini dilaksanakan untuk membudayakan seni dan budaya kepada siswa – siswi kami khususnya seni papua dengan tujuan melestarikan seni budaya bangsa agar tidak punah. Dan kegiatan ini sebagai syarat Pengambilan Nilai Praktek Ulangan Semester bagi  mata pelajaran Seni Budaya untuk siswa Kelas X dan XI Smk Yapis biak “

Sementara itu Hairil Jumaing, selaku guru mata Pelajaran Seni Budaya smk yapis biak mengatakan, Dalam hal ini pihaknya akan menilai dari banyak hal salah satunya penampilan dan kekompakan.

“ dalam pentas seni seperti ini saya akan menilai dari banyak hal salah satunya yaitu penampilan dan kekompakan siswa ketika membawakan tarian - tarian tersebut “



(Siswa Smk Yapis Biak, membawakan Tari Tradisional Papua .Pic by Ryan)

Kegiatan Pentas seni tersebut di adakan setiap semester ganjil maupun genap dalam pengambilan nilai Praktek Mata Pelajaran Seni dan Budaya. Di harapkan dari kegiatan ini para siswa tidak hanya menguasai tari pada gerakan saja tetapi juga memahami makna dari gerakan dan music serta alat music tersebut mampu dimainkan dengan baik. ( trd )

Berita Biak - Pembangunan Provinsi Papua Tengah di Biak

Pembangunan Provinsi Papua Tengah di Biak

9 desember 2015 / 11:00 WIT
­HARIEL MANSAWAN

BIAK - Persiapan dalam membangun Provinsi Papua Tengah di Biak, Pemerintah Kabupaten Biak-Numfor  dan Masyarakat ikut serta dalam proses pembangunan, dimana wilayah dan lokasi pembangunan kantor Gubernur dan kantor lainnya sudah disiapkan. Begitu pula tatah kota dan tugu-tugu yang baru dalam proses pembangunan.

Pemerintah dan masyarakat mengadakan pertemuan dalam membahas pembangunan provinsi papua tengah yang akan di adakan bulan desember 2015 sampai dengan selesainya, dan ditetapkannya provinsi papua tengah di biak. Pertemuan tersebut dihadiri Pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan (ormas).

"Pertemuan ini intinya untuk menjaga dan turut dalam membangun biak sebagai provinsi papua tengah”. Kata ini mengandung pengertian bahwa pemerintah dan masyarakat harus membangun bukan dari pembangunan saja, tetapi juga dari hal- hal kecil yang ada dalam setiap kegiatannya setiap hari.

Dan dalam pertemuan tersebut mereka mengungkapkan keprihatinannya atas penyelenggaraan pembangunan provinsi papua tengah. Menurut mereka masih banyak yang harus diubah dan juga di bangun maka itu kita harus membangun dari sekarang.

"Kami bersyukur atas berlangsungnya pembangunan ini, bahwa kami sebagai calon kota yang akan mendapat target dalam ibu kota papua tengah. Walaupun demikian kami prihatin pembangunan dalam bulan desember  2015 sampai dengan ditetapkannya. ( hm )

Berita Biak - Menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru Diadakan Lomba Antar Jemaat Biak Kota

Menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru Diadakan Lomba  Antar Jemaat Biak Kota

Senin,  07 Desember 2015
Reporter : Ruth Randongkir

Dalam rangka menyongsong hari raya Natal dan Tahun Baru, Kantor Klasis Biak, mengadakan Lomba -Lomba  sebagai berikut ;
-Pembuatan Lampu-Lampu jalan
-Menghias pohon natal
-Pembuatan Gapura  

Desa Yafdas memulai kegiatan Pembuatan Pohon Natal dan lampu jalan pada tanggal 5 desember 2015.Dengan diadakan Kegiatan seperti ini maka banyak sekali bermunculan kreatifitas-kreatifitas yang baru dikatakan oleh Rode rando selaku Koordinator Pelaksana Kegiatan pada RT 1/ RW 01Desa Yafdas.
Lampu jalan yang hampir proses pembuatannya mencapai tahap akhir sedangkan pohon natal masih dalam proses pembuatan.

Pembuatannya mereka menggunakan sampah-sampah yang tidak digunakan lagi seperti botol fit yang diberi berbagai macam warna kemudian mereka gunakan  sebagai penutup pada  lampu dan sedangkan pembuatan natal mereka menggunakan plastik es yang juga diberi warna dan dililitkan pada kerangka pohon yang telah disiapkan. 

                                      Tahap akhir  pembuatan Lampu Jalan di Kampung Yafdas


Berita Biak - Biak Numfor Raih Adipura sebagai Kota Kecil Terbersih

Biak Numfor Raih Adipura sebagai Kota Kecil Terbersih

21 November 2015 | 10:38:00 AM  
Ruth Randongkir 


BIAK -  Kabupaten Biak Numfor, Papua mendapat Piala Adipura 2015 sebagai kota kecil terbersih di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Sekretaris Daerah Biak Numfor, Andreas Msen mengatakan, keberhasilan Biak Numfor meraih Adipura untuk kedua kali sebagai wujud nyata pemerintah daerah bersama masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

"Jajaran pemkab dibawah kepemimpinan Bupati Thomas Ondy setiap waktu mengajak masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan rumah, jalan dan halaman kantor," kata Andreas Msen.

Ia mengatakan, untuk penganugerahan pemberian Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan diterima Thomas Ondy di Jakarta pada Senin 23 November 2015.

Andreas Msen menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat Kabupaten Biak Numfor yang terus mendukung program kebersihan lingkungan kota Biak setiap hari sehingga Biak memperoleh Adipura 2015.

"Partisipasi aktif masyarakat dalam berperan nyata menjaga kebersihan lingkungan permukiman sangat berkontribusi langsung terhadap wajah kota Biak yang bersih dan kondusif," katanya.

Ratusan penyapu jalan dari Dinas Kebersihan Pertamanan dan Permakaman setiap hari bekerja sejak pukul 05.30 membersihkan ruas jalan-jalan strategis kota Biak.

Berita Biak - Promosi Wisata Biak dan Konferensi Besar III Masyarakat Adat Papua

Promosi Wisata Biak dan Konferensi Besar III Masyarakat Adat Papua

Rabu, 09 Desember 2015 | 17.30 WIT
Mahwa Fokaaya


BIAK - Dewan Adat Papua (DAP) segera menggelar Konferensi Besar III Masyarakat Adat di Biak. Dewan Adat Daerah (DAD) Biak siap menyambut kedatangan para delegasi yang datang dari seluruh pelosok Papua. Konferensi rencananya digelar selama lima hari, mulai 28 Oktober hingga 1 November 2015. Kegiatan konferensi adat diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisata di Kabupaten Biak. Selain ada beragam pertunjukan seni dan budaya Papua, Biak memiliki banyak objek tujuan wisata dan kuliner. Ribuan delegasi dan wisatawan akan merasakan sensasi tanah papua sejatinya.

Biak merupakan salah satu kawasan di tanah Papua yang menjadi saksi bisu Perang Dunia II. Di pulau ini, ada sejumlah lokasi bentrok antara tentara Jepang dan Sekutu di masa lampau itu. Selain itu, Biak memiliki banyak spot keindahan alam yang membuat decak kagum para pengunjungnya. Tak heran bila kunjungan wisata ke Biak sangat pesat, terutama dari turis Jepang. ( mf )

Berita Biak - Mahasiswa Papua Kecam Pemerintah Terkait Kasus “Biak Berdarah”

Mahasiswa Papua Kecam Pemerintah Terkait Kasus  “Biak Berdarah”

Senin, 06 Juli 2015
Debora Sanadi




MALANG TIMES – Puluhan mahasiswa asal Papua yang menempuh kuliah di beberapa Perguruan Tinggi di Malang menggelar aksi damai. Mereka mengecam pemerintah karena dinilai tidak tegas dan lambat dalam mengusut kasus “Biak Berdarah” yang menelan korban warga sipil sebanyak 230 orang.

Puluhan mahasiwa tersebut tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang. Aksi dimulai pada pukul 11.00 WIB, Senin (6/7/2015) dari depan Stadion Gajayana dan berakhir di depan Balaikota Malang.
“Hari ini, tepatnya 6 Juli 2015, adalah hari berduka bagi kami. Yakni bertepatan dengan 13 tahun terjadinya kasus “Biak Berdarah”. Kasus “Biak Berdarah” itu adalah tragedi kejahatan terhadap kemanusiaan di Biak, Papua,” jelas Sayor, Koordinator aksi, saat ditemui di sela-sela aksi, Senin (6/7/2015).

Tragedi tersebut kata Sayor telah menewaskan setidaknya 230 korban. Detailnya, sebanyak 8 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, 4 orang terluka, sebanyak 33 orang ditahan tanpa ada alasan jelas dan sebanyak 150 orang disiksa dan sisanya masih belum diketahui alias misterius.

Tragedi tersebut jelas Sayor, sebenrnya berawal dari berkibarnya bendera “Bintang Kejora” di Pelabuhan Biak. Saat itu, ada aksi damai yang dilakukan oleh penduduk sekitar. Akibat kejadian tersebut sebanyak 230 orang itu hilang. “Ada yang dibunuh ada yang tidak diketahui keberadaannya,” katanya.

Mahasiswa yang kuliah di Malang, yang juga warga Papua katanya jelas merasa dikhianati oleh pemerintah saat ini. Karena pemerintah tidak pernah mengusut tuntas tragedi tersebut.
“Pemerintah hanya memanfaatkan kekayaan alam Papua. Tapi akyatnya ditindas dan dibunuh. Karenanya, kami wajib melawannya,” katanya dengan nada bersemangat.

“Saya dan kawan-kawan berharap, seruan kami ini didengar oleh Presiden Jokowi dan JK. 

Setidaknya kami sudah berusaha menyuarakan suara dan hak kami sebagai warga Papua. Dan semoga kawan media dan jurnalis bisa ikut membantu dalam aksi ini,” harapnya.