Assalamu'alaikum. Warohmatullahi. Wabarokatuhu..

Cari halaman Ini

Tampilkan postingan dengan label Pantaiku yg Indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantaiku yg Indah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juni 2020

Resep mie celor khas palembang

Resep mie celor

Bahan - bahan :

Mie basah/kering
Tauge sebanyak yg anda suka.
Telur rebus 2 butir
Udang segar sesuai selera
130 ml Santan
300 ml air mateng (untuk 2 porsi)
Garam
Penyedap (opsional)
1 sdm tepung terigu
1 sdm tepung tapioka/sagu
Daun bawang
Bawang goreng

Bumbu halus :
1 buah Tomat segar
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1/2 ruas jahe
3 buah Cabe besar
5 buah cabe rawit
Rebon/ebi

Dihaluskan lagi secara terpisah
Udang rebus sekitar 3-4 ekor.

Cara membuat :
Rebus mie, tauge. Tiriskan.
Panaskan wajan, tuangkan minyak secukup. Tumis bumbu halus.
Sampai menyusut airnya, sampai benar2 mateng.
Aangkat n sisihkan.
Panaskan wajan kembali, tuang minyak sayur secukupnya, lalu masukkan tepung terigu, aduk2 hingga tidak bergerindil.
Lalu masukkan bumbu halus yg sudah ditumis td. Masukkan lagi udang yg sdh dihaluskan tadi.
Aduk hingga tercampur.. masukkan sedikit demi sedikit air mateng.
Lalu masukkan santan.
Tunggu mendidih, masukkan tepung tapioka yg sdh dicairkan dg sedikit air.
Tambahkan garam, koreksi rasa. Tambahkan daun bawang.


Tatahkan di atas piring,
Mie rebus, tauge, lalu siram kuah yg telah kita buat tdi, tambahkan potongan telur rebus dan dan udang rebus. Tambahkan daun bawang lalu taburi dgn bawang goreng.

Siap disajikan. Resep ini untk 2 porsi besar.

Selamat mencoba.


#resepsimpelygenaakk.
😍

Minggu, 31 Mei 2020

Resep Cilok enak anti gagal

Resep cilok

Bahan-bahan
  1. 125 gr tepung aci (tapioka)
  2. 125 tepung terigu
  3. 200 ml air mendidih
  4. 1/4 sdt merica
  5. 1/2 sdt kaldu
  6. secukupnya garam
  7. 2 siung bawang putih, haluskan
  8. 2 batang daun bawang (iris tipis daunnya saja)
  9. D gambar sy gk pake daun bawang karena kebetulan lg habis. Hihi
  10. air utk merebus

Cara membuat :

Masukkan tepung terigu dan irisan daun bawang. Tuang air panas yg sudah dicampur bawang putih, garam, gula, merica, kaldu.

Aduk rata lalu masukkan tepung aci sedikit demi sedikit. Hingga kalis dan adonan bisa dibentuk.

Rebus dalam air yang sudah mendidih. Jika cilok sudah mengapung maka sudah matang. Angkat dan tiriskan.

Yg may buat bumbu kacangny juga bisa.
Bahannya : 

  1. 100 gr kacang tanah, goreng
  2. 6 buah cabe rawit merah
  3. 4 sdm gula merah
  4. 2 siung bawang putih
  5. 1 sdm air asam jawa
  6. 200 ml air
  7. secukupnya garam
  8. minyak utk menumis.
  9. . Haluskan semua bumbu, lalu tumis. 

Saya kebetulan gk buat bumbunya krn buat cilok ni sebenrny untk tambahan buat seblak. Hehe 
.. resep selanjutnya seblak ya. 

Selamat mencoba. 

Kamis, 10 Desember 2015

Berita Biak - Mahasiswa Papua Kecam Pemerintah Terkait Kasus “Biak Berdarah”

Mahasiswa Papua Kecam Pemerintah Terkait Kasus  “Biak Berdarah”

Senin, 06 Juli 2015
Debora Sanadi




MALANG TIMES – Puluhan mahasiswa asal Papua yang menempuh kuliah di beberapa Perguruan Tinggi di Malang menggelar aksi damai. Mereka mengecam pemerintah karena dinilai tidak tegas dan lambat dalam mengusut kasus “Biak Berdarah” yang menelan korban warga sipil sebanyak 230 orang.

Puluhan mahasiwa tersebut tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang. Aksi dimulai pada pukul 11.00 WIB, Senin (6/7/2015) dari depan Stadion Gajayana dan berakhir di depan Balaikota Malang.
“Hari ini, tepatnya 6 Juli 2015, adalah hari berduka bagi kami. Yakni bertepatan dengan 13 tahun terjadinya kasus “Biak Berdarah”. Kasus “Biak Berdarah” itu adalah tragedi kejahatan terhadap kemanusiaan di Biak, Papua,” jelas Sayor, Koordinator aksi, saat ditemui di sela-sela aksi, Senin (6/7/2015).

Tragedi tersebut kata Sayor telah menewaskan setidaknya 230 korban. Detailnya, sebanyak 8 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, 4 orang terluka, sebanyak 33 orang ditahan tanpa ada alasan jelas dan sebanyak 150 orang disiksa dan sisanya masih belum diketahui alias misterius.

Tragedi tersebut jelas Sayor, sebenrnya berawal dari berkibarnya bendera “Bintang Kejora” di Pelabuhan Biak. Saat itu, ada aksi damai yang dilakukan oleh penduduk sekitar. Akibat kejadian tersebut sebanyak 230 orang itu hilang. “Ada yang dibunuh ada yang tidak diketahui keberadaannya,” katanya.

Mahasiswa yang kuliah di Malang, yang juga warga Papua katanya jelas merasa dikhianati oleh pemerintah saat ini. Karena pemerintah tidak pernah mengusut tuntas tragedi tersebut.
“Pemerintah hanya memanfaatkan kekayaan alam Papua. Tapi akyatnya ditindas dan dibunuh. Karenanya, kami wajib melawannya,” katanya dengan nada bersemangat.

“Saya dan kawan-kawan berharap, seruan kami ini didengar oleh Presiden Jokowi dan JK. 

Setidaknya kami sudah berusaha menyuarakan suara dan hak kami sebagai warga Papua. Dan semoga kawan media dan jurnalis bisa ikut membantu dalam aksi ini,” harapnya. 

Senin, 20 Juli 2015

Materi Editing : Tahap PRODUKSI

TAHAP PRA PRODUKSI

ANALISIS IDE CERITA
Sebelum membuat cerita film, kita harus menentukan tujuan pembuatan film. Hanya sebagai hiburan, mengangkat fenomena, pembelajaran/pendidikan, dokumenter, ataukah menyampaikan pesan moral tertentu. Hal ini sangat perlu agar pembuatan film lebih terfokus, terarah dan sesuai.

MENYIAPKAN NASKAH
Jika penulis naskah sulit mengarang suatu cerita, maka dapat mengambil cerita dari cerpen, novel ataupun film yang sudah ada dengan diberi adaptasi yang lain. Setelah naskah disusun maka perlu diadakan Breakdown naskah. Breakdown naskah dilakukan untuk mempelajari rincian cerita yang akan dibuat film.

MENYUSUN JADWAL DAN BUDGETING
Jadwal atau working schedule disusun secara rinci dan detail, kapan, siapa saja, biaya dan peralatan apa saja yang diperlukan, dimana serta batas waktunya. Termasuk jadwal pengambilan gambar juga, scene dan shot keberapa yang harus diambil kapan dan dimana serta artisnya siapa. Lokasi sangat menentukan jadwal pengambilan gambar.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyusun alokasi biaya:
  • Penggandaan naskah skenario film untuk kru dan pemain.
  • Penyediaan kaset video.
  • Penyediaan CD blank sejumlah yang diinginkan.
  • Penyediaan property, kostum, make-up.
  • Honor untuk pemain, konsumsi.
  • Akomodasi dan transportasi.
  • Menyewa alat jika tidak tersedia.
HUNTING LOKASI
Memilih dan mencari lokasi/setting pengambilan gambar sesuai naskah. Untuk pengambilan gambar di tempat umum biasanya memerlukan surat ijin tertentu.

MENYIAPKAN KOSTUM DAN PROPERTY
Memilih dan mencari pakaian yang akan dikenakan tokoh cerita beserta propertinya. Kostum dapat diperoleh dengan mendatangkan desainer khusus ataupun cukup membeli atau menyewa namun disesuaikan dengan cerita skenario. Kelengkapan produksi menjadi tanggung jawab tim property dan artistik.

MENYIAPKAN PERALATAN
Untuk mendapatkan hasil film/video yang baik maka diperlukan peralatan yang lengkap dan berkualitas. Peralatan yang diperlukan (dalam film minimalis) :
  • Clipboard.
  • Proyektor.
  • Lampu.
  • Kabel Roll.
  • TV Monitor.

  • Kamera video S-VHS atau Handycam.
  • Pita/Tape.
  • Mikrophone clip-on wireless.
  • Tripod Kamera.
  • Tripod Lampu.
CASTING PEMAIN
Memilih dan mencari pemain yang memerankan tokoh dalam cerita film. Dapat dipilih langsung ataupun dicasting terlebih dahulu. Casting dapat diumumkan secara luas atau cukup diberitahu lewat rekan-rekan saja. Pemilihan pemain selain diperhatikan dari segi kemampuannya juga dari segi budget/pembiayaan yang dimiliki.



TAHAP PRODUKSI


TATA SETTING
Set construction merupakan bagunan latar belakang untuk keperluan pengambilan gambar. Setting tidak selalu berbentuk bangunan dekorasi tetapi lebih menekankan bagaimana membuat suasana ruang mendukung dan mempertegas latar peristiwa sehingga mengantarkan alur cerita secara menarik.

TATA SUARA
Untuk menghasilkan suara yang baik maka diperlukan jenis mikrofon yang tepat dan berkualitas. Jenis mirofon yang digunakan adalah yang mudah dibawa, peka terhadap sumber suara, dan mampu meredam noise (gangguan suara) di dalam dan di luar ruangan.

TATA CAHAYA
Penataan cahaya dalam produksi film sangat menentukan bagus tidaknya keualitas teknik film tersebut. Seperti fotografi, film juga dapat diibaratkan melukis dengan menggunakan cahaya. Jika tidak ada cahaya sedikitpun maka kamera tidak akan dapat merekam objek.
Penataan cahaya dengan menggunakan kamera video cukup memperhatikan perbandingan Hi light (bagian ruang yang paling terang) dan shade (bagian yang tergelap) agar tidak terlalu tinggi atau biasa disebut hight contrast. Sebagai contoh jika pengambilan gambar dengan latar belakang lebih terang dibandingkan dengan artist yang sedang melakukan acting, kita dapat gunakan reflektor untuk menambah cahaya.
Reflektor dapat dibuat sendiri dengan menggunakan styrofoam atau aluminium foil yang ditempelkan di karton tebal atau triplek, dan ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan.
Perlu diperhatikan karakteristik tata cahaya dalam kaitannya dengan kamera yang digunakan. Lebih baik sesuai ketentuan buku petunjuk kamera minimal lighting yang disarankan. Jika melebihi batasan atau dipaksakan maka gambar akan terihat seperti pecah dan tampak titik-titik yang menandakan cahaya under.
Perlu diperhatikan juga tentang standart warna pencahayaan film yang dibuat yang disebut white balance. Disebut white balance karena memang untuk mencari standar warna putih di dalam atau di luar ruangan, karena warna putih mengandung semua unsur warna cahaya.

TATA KOSTUM (WARDROBE)

Pakaian yang dikenakan pemain disesuaikan dengan isi cerita. Pengambilan gambar dapat dilakukan tidak sesuai nomor urut adegan, dapat meloncat dari scene satu ke yang lain. Hal ini dilakukan agar lebih mudah, yaitu dengan mengambil seluruh shot yang terjadi pada lokasi yang sama. Oleh karenanya sangat erlu mengidentifikasi kostum pemain. Jangan sampai adegan yang terjadi berurutan mengalami pergantian kostum. Untuk mengantisipasinya maka sebelum pengambilan gambar dimulai para pemain difoto dengan kamera digital terlebih dahulu atau dicatat kostum apa yang dipakai. Tatanan rambut, riasan, kostum dan asesoris yang dikenakan dapat dilihat pada hasil foto dan berguna untuk shot selanjutnya.

TATA RIAS
Tata rias pada produksi film berpatokan pada skenario. Tidak hanya pada wajah tetapi juga pada seluruh anggota badan. Tidak membuat untuk lebih cantik atau tampan tetapi lebih ditekankan pada karakter tokoh. Jadi unsur manipulasi sangat berperan pada teknik tata rias, disesuaikan pula bagaimana efeknya pada saat pengambilan gambar dengan kamera. Membuat tampak tua, tampak sakit, tampak jahat/baik, dll.


____

TAHAP PASCA PRODUKSI


PROSES EDITING
Secara sederhana, proses editing merupakan usaha merapikan dan membuat sebuah tayangan film menjadi lebih berguna dan enak ditonton. Dalam kegiatan ini seorang editor akan merekonstruksi potongan-potongan gambar yang diambil oleh juru kamera.
Tugas editor antara lain sebagai berikut:
  • Menganalisis skenario bersama sutradara dan juru kamera mengenai kontruksi dramatinya.
  • Melakukan pemilihan shot yang terpakai (OK) dan yang tidak (NG) sesuai shooting report.
  • Menyiapkan bahan gambar dan menyusun daftar gambar yang memerlukan efek suara.
  • Berkonsultasi dengan sutradara atas hasil editingnya.
  • Bertanggung jawab sepenuhnya atas keselamatan semua materi gambar dan suara yang diserahkan kepadanya untuk keperluan editing.
REVIEW HASIL EDITING
Setelah film selesai diproduksi maka kegiatan selanjutnya adalah pemutaran film tersebut secara intern. Alat untuk pemutaran film dapat bermacam-macam, dapat menggunakan VCD/DVD player dengan monitor TV, ataupun dengan PC (CD-ROM) yang diproyeksikan dengan menggunakan LCD (Light Computer Display).

PRESENTASI DAN EVALUASI
Setelah pemutaran film secara intern dan hasilnya dirasa telah menarik dan sesuai dengan gambaran skenario, maka film dievaluasi bersama-sama dengan kalangan yang lebih luas. Kegiatan evaluasi ini dapat melibatkan :

  • Ahli Sinematografi.
  • Untuk mengupas film dari segi atau unsur dramatikalnya.
  • Ahli Produksi Film.
  • Untuk mengupas film dari segi teknik, baik pengambilan gambar, angle, teknik lighting, dll.
  • Ahli Editing Film (Editor).
  • Untuk mengupas dari segi teknik editingnya.
  • Penonton/penikmat film.

  • Penonton biasanya dapat lebih kritis dari para ahli atau pekerja film. Hal ini dikarenakan mereka mengupas dari sudut pandang seorang penikmat film yang mungkin masih awam dalam pembuatan film.

" SEMOGA BERMANFAAT "

Rabu, 22 April 2015

Kampung Saruri Biak Utara - Batu picah & Warsa objek wisata yg waooww

Assalamualaikum wr. wb.
slamat pagi, siang, sore, malam, subuh,, hehehe
haii sob, apa kabar ??
berbicara soal tempat wisata apalagi soal pantai atau yang berhubungan dengan air pasti banyak yang tertarik bukann ?? , :)
nah, kali ini saya ajan mempublikasikan tentang wisata yang ada di Biak Utara kampung Saruri . walaupun cukup jauh dari kota tetapi setibanya anda di daerah tersebut semua rasa lelah akan terbayarkan dengan pemandangan yang sungguh menakjubkan,,
yaa ni beberapa foto yang berhasil saya jepret... sengaja ambil foto separuh2 biar kawan - kawan semua penasaran n tertarik untuk datang melihatnya sendiri,, ( hehehe )

Ombaknya memang sangat tinggi saat kami pergi dan saat itu kami pergi bulan maret denga teman2 pramuka satuan karya Dirgantara lanud manuhua Biak, di sambut langsung dengan ombak besar dan kk pembina kami yang basah kuyupp, saat pulang pun kami diberi salam perpisahan dengan ombak besar sehingga satu rombangan yang muat 2 mobil sekitar 20 orang kami terkenaaa ombakk besaar tuhh,, hehehe.. basahh lahh semuaaa.. hehehe

Yappss itulah sedikit gambaran tentang wisata yang ada di Biak utara yaa,, nahh sedikit onfo tambahan tidak jauh dari pantai batu picah ini terdapat air terjun warsa. airny sangat jernih dan dingin, sangat bagus untuk foto bareng dan menguji nyali lompat dari air terjun tersebut ya sekitar 10 meteran lahh... heheheh .. sangat seruuuuuu............
semoga bermanfaat yaa..
wassalamualaikum wr. wb.

Kamis, 24 Oktober 2013

STEPHEN W LITTLEJOHN & KAREN A FOSS  TEORI KOMUNIKASI
 


PENGERTIAN 7 TRADISI DALAM ILMU KOMUNIKASI
1.      TRADISI SEMIOTIKA (Komunikasi sebagai proses berbagi makna melalui tanda)
Semiotika adalah ilmu mempelajari tanda. Tanda adalah sesuatu yang dapat memberikan petunjuk atas sesuatu. Kata juga merupakan tanda, akan tetapi jenisnya spesial. Mereka disebut dengan simbol. Banyak teori dari tradisi semiotika yang mencoba menjelaskan dan mengurangi kesalahpahaman yang tercipta karena penggunaan simbol yang bermakna ambigu. Ambiguitas adalah keadaan yang tidak dapat dihindarkan dalam bahasa, dalam hal ini komunikator dapat terbawa dalam sebuah pembicaraan dalam suatu hal akan tetapi masing-masing memiliki interpretasi yang berbeda akan suatu hal yang sedang dibicarakan tersebut. Tradisi ini memperhatikan bagaimana tanda memediasi makna dan bagaimana penggunaan tanda tersebut untuk menghindari kesalahpahaman, daripada bagaimana cara membuat tanda tersebut.

2.      TRADISI FENOMENOLOGI (Komunikasi sebagai pengalaman diri dengan orang lain melalui percakapan)
Tradisi fenomenologi menekankan pada persepsi orang dan interpretasi setiap orang secara subjektif tentang pengalamannya. Para fenomenologis menganggap bahwa cerita pribadi setiap orang adalah lebih penting dan lebih berwenang daripada beberapa hipotesis penelitian atau aksioma komunikasi. Akan tetapi kemudian timbul masalah dimana tidak ada dua orang yang memiliki kisah hidup yang sama.
Seorang psikolog Carl Rogers mendeskripsikan tiga kebutuhan dan kondisi yang cukup bagi sesorang dan perubahan hubungan, yaitu : (1) kesesuaian atau kecocokan, adalah kecocokan atau kesesuaian anatara individu baik secara perasaan didalam dengan penampilan diluar, (2) memandang positif tanpa syarat, adalah sebuah sikap dalam menerima yang tidak tergantung pada perbuatan, dan (3) pengertian untuk berempati, adalah kecakapan sementara untuk mengesampingkan pandangan dan nilai dan memasuki dunia lain tanpa prasangka.
3.      TRADISI SIBERNETIKA (Komunikasi untuk memproses informasi)
Tradisi sibernetika memandang komunikasi sebagai mata rantai untuk menghubungkan bagian-bagian yang terpisah dalam suatu sistem. Tradisi sibernetika mencari jawaban atas pertanyaan “How can we get the bugs out of this system?”
Ide komunikasi untuk memproses informasi dikuatkan oleh Claude Shannon dengan penelitiannya pada perusahaan Bell Telephone Company. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa informasi hilang pada setiap tahapan yang dilalui dalam proses penyampain pesan kepada penerima pesan. Sehingga pesan yang diterima berbeda dari apa yang dikirim pada awalnya. Bagi Shannon, informasi adalah sarana untuk mengurangi ketidakpastian. Tujuan dari teori informasi adalah untuk memksimalkan jumlah informasi yang ditampung oleh suatu sitem. Dalam hal ini, gangguan (noise) mengurangi jumlah kapasitas informasi yang dapat dimuat dalam suatu sistem.Shannonmendeskripsikan hubungan antara informasi, gangguan (noise) dan kapasitas sistem dengan persamaan sederhana, yaitu : kapasitas sistem = informasi + gangguan (noise).
4.      TRADISI SOSIO-PSIKOLOGI (Komunikasi sebagai pengaruh antar pribadi)
Tradisi sosio-psikologi merupakan contoh dari perspektif ilmiah atau objektif. Dalam tradisi ini, kebenaran komunikasi dapat ditemukan dengan dapat ditemukan dengan teliti – penelitian yang sistematis. Tradisi ini melihat hubungan sebab dan akibat dalam memprediksi berhasil tidaknya perilaku komunikasi. Carl Hovland dari Universitas Yale meletakkan dasar-dasar dari hal data empiris yang mengenai hubungan antara rangsangan komunikasi, kecenderungan audiens dan perubahan pemikiran dan untuk menyediakan sebuah kerangka awal untuk mendasari teori. Tradisi sosio-psikologi adalah jalan untuk menjawab pertanyaan “What can I do to get them change?”
Dalam kerangka “Who says what to whom and with what effect” dapat dibagi menjadi tiga sebab atau alasan dari variasi persuasif, yaitu :
Who – sumber dari pesan (keahlian, dapat dipercaya)
What – isi dari pesan (menarik dengan ketakutan, mengundang perbedaan pendapat)
Whom – karakteristik audiens (kepribadian, dapat dikira untuk dipengaruhi)
Efek utama yang diukur adalah perubahan pemikiran yang dinyatakan dalam bentuk skala sikap baik sebelum maupun sesudah menerima pesan. Dalam hal ini kredibilitas sumber amat sangat menarik perhatian.Adadua jenis dari kredibilitas, yaitu keahlian (expertness) dan karakter (character). Keahlian dianggap lebih penting daripada karakter sistem.Shannonmendeskripsikan hubungan antara informasi, gangguan (noise) dan kapasitas sistem dengan persamaan sederhana, yaitu : kapasitas sistem = informasi + gangguan (noise).



5.  TRADISI SOSIO-KULTURAL (Komunikasi adalah ciptaan realitas sosial)
Tradisi sosio-kultural berdasar pada premis orang berbicara, mereka membuat dan menghasilkan kebudayaan. Kebanyakan dari kita berasumsi bahwa kata adalah refleksi atas apa yang benar ada. Cara pandang kita sangat kuatdibentuk oleh bahasa (language) yang kita gunakan sejak balita.
Kita sudah mengetahui bahwa tradisi semiotika kebanyakan kata tidak memiliki kepentingan atau keterikatan logis dengan ide yang mereka representasikan. Paraahli bahasa dalam tradisi sosio-kultural menyatakan bahwa para pengguna bahasa mendiami dunia yang berbeda. Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorfdari University of Chicago adalah pelopor tradisi sosio-kultural. Dalam hipotesis penelitian mereka, linguistik adalah bagian dari struktur bentuk bahasa budaya yang berdasarkan apa yang orang pikirkan dan lakukan. Dunia nyata terlalu luas dan secara tidak sadar terbentuk pada bahasa kebiasaan (habits) dari kelompok. Teori linguistik ini berlawanan dengan asumsi bahwa semua bahasa itu sama dan kata hanya sarana netral untuk membawa makna. Bahasa sebenarnya adalah struktur dari persepsi kita akan realitas. Teori dalam tradisi ini mengklaim bahwa komunikasi adalah hasil produksi, memelihara, memperbaiki dan perubahan dari realitas. Dalam hal ini, tradisi sosio-kultural menawarkan membantu dalam menjembatani jurang pemisah budaya antara “kita” dan “mereka”.

6.  TRADISI KRITIS (Komunikasi sebagai cerminan tantangan atas percakapan yang tidak adil)
Tradisi kritis muncul di Frankfurt School Jerman, yang sangat terpengaruh dengan Karl marx dalam mengkritisi masyarakat. Dalam penelitian yang dilakukan Frankfurt School, dilakukan analisa pada ketidaksesuaian antara nilai-nilai kebebasan dalam masyarakat liberal dengan persamaan hak seorang pemimpin menyatakan dirinya dan memperhatikan ketidakadilan serta penyalahgunaan wewenang yang membuat nilai-nilai tersebut hanya menjadi isapan jempol belaka. Kritik ini sangat tidak mentolelir adanya pembicaraan negatif atau akhir yang pesimistis.
Teori-teori dalam tradisi kritis secara konsisten menentang tiga keistimewaan dari masyarakat sekarang, yaitu : (1) mengendalikan bahasa untuk mengabadikan ketidakseimbangan wewenang atau kekuasaan, (2) peran media dalam mengurangi kepekaan terhadap penindasan, dan (3) mengaburkan kepercayaan pada metode ilmiah dan penerimaan atas penemuan data empiris yang tanpa kritik.

7.      TRADISI RETORIKA (Komunikasi sebagai seni berbicara didepan umum)
Ada enam keistimewaan karakteristik yang berpengaruh pada tradisi komunikasi retorika, yaitu : (1) sebuah keyakinan yang membedakan manusia dengan hewan dalam kemampuan berbicara, (2) sebuah kepercayaan diri dalam berbicara didepan umum dalam sebuah forum demokrasi, (3) sebuah keadaan dimana seorang pembicara mencoba mempengaruhi audiens melalui pidato persuasif yang jelas, (4) pelatihan kecakapan berpidato adalah landasan dasar pendidikan kepemimpinan, (5) sebuah tekanan pada kekuasaan dan keindahan bahasa untuk merubah emosi orang dan menggerakkannya dalam aksi, dan (6) pidato persuasi adalah bidang wewenang dari laki-laki.

SEMOGA BERMANFAAT !!!