Assalamu'alaikum. Warohmatullahi. Wabarokatuhu..

Cari halaman Ini

Kamis, 10 Desember 2015

Berita Biak - Piala Adipura diarak Keliling Kota Biak

Piala Adipura diarak Keliling Kota Biak

Sabtu, 28 November 2015 10:50 WIB
Lidia Pratama Manan 



BIAK - Jajaran Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua melakukan syukuran dan pawai kendaraan keliling kota mengarak piala Adipura 2015 atas prestasi menjaga kebersihan kota kecil terbersih.

Pawai dilepas Bupati Thomas Ondy, pada Sabtu, diikuti para kepala satuan perangkat kerja daerah, petugas kebersihan, masyarakat serta sejumlah organisasi kemasyarakatan di wilayah itu.

Bupati Thomas Ondy menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat, satuan TNI/Polri, perkantoran pemerintah dan swasta yang sudah mendukung program kebersihan lingkungan yang digalakan pemkab sehingga Biak mampu merebut piala Adipura 2015.

"Atas nama pemkab Biak Numfor saya mengajak warga senantiasa menjagakebersihan lingkungan yang bersih, nyaman dan hijau sehingga dapat mempertahankan prestasi ini di waktu mendatang," ucapnya.

Arak-arakan pawai piala Adipura mendapat pengawalan aparat keamanan dari Satuan Lalu Lintas Polres dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Rute dilalui diantaranya Jalan Majapahit, Sisingamangaraja, Sudirman, Kampung Baru, Yafdas serta beberapa ruas jalan kota Biak lainnya.

Piala Adipura 2015 merupakan yang kedua setelah tahun 2014 juga meraih piala serupa dibawah kepemimpinan Bupati Thomas Ondy yang mampu mewujudkan kota Biak sebagai kota kecil terbersih di Provinsi Papua dan Papua Barat. ( lm )

Selasa, 08 Desember 2015

Berita Biak - Biak Numfor Raih Adipura sebagai Kota Kecil Terbersih

Biak Numfor Raih Adipura sebagai Kota Kecil Terbersih


11/30/2015 10.38 AM  Kabar Biak
Reporter : Yohanes Dula Kmur


BIAK -  Kabupaten Biak Numfor, Papua mendapat Piala Adipura 2015 sebagai kota kecil terbersih di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Sekretaris Daerah Biak Numfor, Andreas Msen mengatakan, keberhasilan Biak Numfor meraih Adipura untuk kedua kali sebagai wujud nyata pemerintah daerah bersama masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

"Jajaran pemkab dibawah kepemimpinan Bupati Thomas Ondy setiap waktu mengajak masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan rumah, jalan dan halaman kantor," kata Andreas Msen.

Ia mengatakan, untuk penganugerahan pemberian Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan diterima Thomas Ondy di Jakarta pada Senin 23 November 2015.

Andreas Msen menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat Kabupaten Biak Numfor yang terus mendukung program kebersihan lingkungan kota Biak setiap hari sehingga Biak memperoleh Adipura 2015.

"Partisipasi aktif masyarakat dalam berperan nyata menjaga kebersihan lingkungan permukiman sangat berkontribusi langsung terhadap wajah kota Biak yang bersih dan kondusif," katanya.

Ratusan penyapu jalan dari Dinas Kebersihan Pertamanan dan Permakaman setiap hari bekerja sejak pukul 05.30 membersihkan ruas jalan-jalan strategis kota Biak.  ( ydk )

Berita Biak - Pengidap HIV/AIDS di Biak Numfor sebanyak 1.565 orang

Pengidap HIV/AIDS di Biak Numfor sebanyak 1.565 orang

Selasa, 08 Desember 2015 / 17.20 WIT
Reporter   : Try Ryan Diniyanto


BIAK - Pengidap penyakit menular HIV/AIDS di Kabupaten Biak Numfor, provinsi Papua terdata sebanyak 1.565 orang terdiri dari 421 orang penderita HIV dan 1.144 orang pengidap AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor Petrus Yapen, ketika dikonfirmasi di Biak,  mengakui, untuk mencegah penularan penyakit HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Biak Numfor, makin gencar dilakukan pemeriksaan sukarela di klinik VCT.

"Di puskesmas tertentu pelayanan VCT dilakukan sesuai standar operasional pelayanan, ya dengan pemeriksaan sukarela ini bisa menekan angka penularan HIV/AIDS," ujar Petrus Yapen.

Menurut dia, untuk mencegah penularan HIV/AIDS di masyarakat diperlukan keterpaduan program serta kepedulian semua elemen masyarakat.

Dinas Kesehatan Biak Numfor, lanjut Petrus, mengoptimalkan peran petugas medis di setiap puskesmas serta tenaga dokter, perawat dan bidan dalam mempromosikan prilaku hidup sehat dan bersih di masyarakat.

"Angka pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Biak Numfor diharapkan bisa ditekan dengan semakin gencar menyosialisasikan program pelayanan kesehatan yang cepat, mudah dan murah untuk semua elemen masyarakat," ujarnya.

Cara lain dilakukan Dinas Kesehatan untuk menekan jumlah penyakit HIV/AIDS, menurut Petrus Yapen, yakni memberikan kemudahan dalam layanan pemeriksaan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit, menggunakan Kartu Papua Sehat (KPS) dan BPJS kesehatan.
"Untuk mencegah munculnya berbagai penyakit sangat dibutuhkan kepedulian semua warga dalam membiasakan diri menjaga prilaku hidup sehat dan bersih pada setiap diri pribadi," ujarnya ( trd )


Senin, 07 Desember 2015

Berita Biak - Kebutuhan BBM Jelang Natal dan Tahun Baru Mengalami Peningkatan

Kebutuhan BBM Jelang Natal dan Tahun Baru Mengalami Peningkatan

Senin, 07 Desember 2015 | 17:00 WIT |
Reporter : Indah Budiyani

             Antrian yang cukup panjang di SPBU Lawari Jalan Jendral Sudirman. ( Indah Budiyani )

BIAK – Stok Bahan Bakar Minyak di pertamina SPBU Lawari jalan Jendral Sudirman Biak tetap stabil dan tidak mengalami kendala.

“ Stok di pertamina mengalami peningkatan tiap harinya selama memasuki bulan Desember 2015. Ini dikarenakan konsumen BBM seperti premium dan solar semakin meningkat menjelang hari Natal dan tahun baru. Dilihat dengan seringnya antrian yang panjang setiap harinya. Harga BBM premium per liternya Rp 7.300 dan solar Rp 6.700.” Kata pengawas SPBU Lawari.

                              Antrian kendaraan bermotor yang cukup panjang. ( Indah Budiyani )

Dengan adanya peningkatan pembelian BBM, jam operasional pelayanan di SPBU Lawari terbatas dan ditutup lebih awal yang menandakan stok telah habis. “ Pembeli semakin banyak mengantri dan pembelian BBM juga meningkat sehingga kami harus tutup lebih awal disebabkan stok cepat habis, padahal kami sudah menambahkan stok per harinya melebihi bulan kemarin. “ Kata Frengki.

Selain itu para konsumen diharapkan tetap menjaga emosi dan mengindahkan antrian saat pengisian BBM berlangsung  agar tidak terjadi hal – hal yang  tidakdiinginkan, khususnya di area SPBU tersebut. ( ib )

Berita Biak - Pesan dari Biak untuk Nusantara

Pesan dari Biak untuk Nusantara

Siang | 1 Desember 2015 12:40 WIB
Reporter : Muhammad Amran 


Belasan perempuan Biak berusia rata-rata 45 tahun dengan lantang menyuarakan keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan melalui pentas teater berjudul Suara Angganetha. Dengan kostum khas Papua, mereka menari, menyanyi, serta memainkan busur dan anak panah, diiringi tetabuhan tifa. "Biarkan keadilan dan perdamaian mengalir bagaikan sungai di tanah Papua..," seru Angganetha. 


Kelompok Orchide Teater Perempuan Biak mementaskan Suara Angganetha di Gedung Farsios, Biak, Papua. Kisah tentang Angganetha, perempuan pejuang dari Biak, ini juga difilmkan.
Pentas teater oleh Orchide Teater Perempuan Biak di Gedung Farsios di Mandau, Biak, Sabtu (28/11), itu merupakan versi panggung yang menukil adegan dalam fi?lm dokumenter berjudul sama arahan sutradara Herri Ketaren Purba. Film Suara Angganetha meraih penghargaan khusus Festival Film Etnik Nusantara 2015 dan meraih hadiah Rp 10 juta.

Tepuk tangan riuh ?hadirin menggema ketika Suara Angganetha diumumkan meraih penghargaan khusus. "Saya berikan piala dan penghargaan ini untuk Biak," ujar Herri, sutradara asal Batak yang telah lama menggauli budaya dan masyarakat Biak.

Suara Angganetha tidak memenuhi persyaratan festival karena bukan film cerita pendek, melainkan film dokumenter. ?Akan tetapi, misi yang disuarakan sama sehingga pantas meraih penghargaan khusus. Angganetha, perempuan pejuang semasa penjajahan Jepang, menginspirasi kaum perempuan Papua sebagai tokoh pemberdaya dan pembawa pesan perdamaian dari dan bagi tanah Papua.? "Pesannya lugas dan kearifan lokalnya tampak jelas?," kata anggota dewan juri, Akhlis Suryapati.

Festival yang digelar Pemerintah Kabupaten Biak Numfor ini menyuarakan pesan perdamaian dan persatuan dari Biak bagi Nusantara melalui film. Biak memelopori festival yang merangkul semua pembuat film dari semua daerah di Indonesia. Biak menghimpun budaya dan kearifan lokal, adat istiadat, serta tradisi lisan dari semua etnik yang dituangkan melalui media film.

Ketua Panitia Festival Film Etnik Nusantara 2015 Adolf Baransano berharap, upaya Biak bisa disambut daerah lain untuk mengangkat budaya lokal yang mampu menyatukan semangat kebangsaan. ?Dewan juri meliputi Ketua Ikatan Alumni IKJ Abdulah "Dudung" Yuliarso, Ketua Sekretariat Nasional Kineklub Indonesia Akhlis Suryapati?, artis teater dan film Clara Shinta, Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor Yubelius Usior, serta pegiat televisi Biak, Simon Siby.

Para pemenang justru tidak ada yang berasal dari Papua. Hadiah peringkat pertama Rp 35 juta diberikan kepada Donny Arlen Tambunan, sutradara film Simanggale. Kisahnya tentang Garogi Saragi yang sangat sedih ditinggal mati anak lelakinya hingga putrinya melakukan upacara tor-tor sigale-gale. Film menggambarkan betapa tuntutan mempertahankan tradisi etnik Batak sangat keras.

Hadiah kedua Rp 25 juta dikantongi Aditya Ahmad dari Makassar lewat filmnya, Sepatu Baru, yang menyuguhkan tradisi melempar cawat ke genteng untuk menangkal hujan. Film Njuk Piye (artinya Lantas Bagaimana) dengan sutradara Buyung Ispramadi (Yogyakarta) meraih hadiah Rp 15 juta sebagai juara ketiga.

Tiga pemenang merupakan hasil saringan dari 10 unggulan film dari hampir semua pulau besar di Indonesia. Ke-10 unggulan itu dipilih dari 67 film yang didaftarkan kepada panitia.

Pesan kearifan lokal
Festival ini menjadi satu upaya untuk mengukuhkan keragaman budaya demi kemajuan peradaban bangsa dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dudung mengatakan, etnik merupakan subyek kehidupan lokal dalam ruang budaya masyarakat pada kelompok sistem sosial atau kebudayaan yang memiliki arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat istiadat, agama, bahasa, dan lain-lain. 


Aktris Marcella Zalianty (tengah) bersama Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondy (kiri) setelah memberikan trofi kepada pemenang pertama Festival Film Etnik Nusantara 2015 yang diwakili oleh panitia.

Film etnik Nusantara adalah film yang bermuatan elemen budaya tradisi masyarakat Indonesia. Pada konteks kebudayaan, budaya Nusantara merupakan interaksi dinamis antar-kearifan lokal dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang membentuk karakter Indonesia. "Pendeknya, kita semua ingin film dengan muatan seperti ini dibuat, lalu dikampanyekan. Cara bertutur mudah dipahami. Lebih bagus disampaikan dalam bahasa daerah dengan teks terjemahan," kata Dudung.

Artis Marcella Zalianty yang hadir di Biak mengapresiasi festival ini. "Saya lihat festival film yang khusus seperti ini dan nasional baru yang pertama digelar. Harapannya daerah lain bisa membuat festival yang serupa sehingga film-film etnik bisa terus diproduksi," katanya.

Salah satu cara mendukung perfilman nasional adalah mengisinya dengan muatan lokal sehingga nilai tradisi tetap terjaga. ?Biak tidak punya bioskop, tetapi masih banyak alternatif cara dan tempat pemutaran film, khususnya film-film arthouse atau nonkomersial.

Film daerah
Selain kompetisi film pendek dengan tema etnik, festival juga diisi dengan diskusi dan pelatihan pembuatan film dengan tema "Kebangkitan Film di Daerah". Puluhan? peserta baru pertama kali mendapatkan pengetahuan umum tentang film, akting, naskah, dan penyutradaraan. "Kapan terakhir menonton film Indonesia?" Akhlis bertanya kepada hadirin saat membuka diskusi. Semuanya terdiam.
Lidya, Emi, Kristin, Martha, dan Reynaldi senang mendapat pengenalan tentang film meski ?masih sangat umum. Mereka telah lulus SMA dan ingin menimba banyak pengetahuan dan pengalaman. "Senang sekali kalau bisa dipinjami kamera supaya bisa belajar," kata Emi.

Beruntung Biak memiliki Andrio Ngales dan Jefri Simanjuntak?, pegiat film dari komunitas Byak Indie. Sejak 2010, Byak Indie membina warga Biak, difokuskan pada akting dahulu untuk menampung bakat-bakat alam di Papua. "Setelah itu baru pegang kamera. Untuk menulis naskah dan sutradara masih kesulitan. Kami mau berkeliling di SMP dan SMA untuk pembinaan," kata Andrio yang sejak 2007 membuat film dokumenter mengenai penyelamatan hutan dan manusia di Papua bersama 118 lembaga anggota Forum Kerja LSM setanah Papua.

Bagi Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondy, festival film di pulau kecil di Indonesia timur itu digelar untuk memotivasi warga Biak, khususnya generasi muda, untuk bisa membudayakan film. Sebab, film mampu menggambarkan dan menyebarkan budaya lokal dengan cara tidak menggurui. Karena itu, Biak belajar dari daerah lain yang komunitas filmnya sudah berkembang.

Biak belum memiliki karya film yang layak dimenangkan, tetapi Biak mempunyai kesadaran, film mampu berbicara. "Lokalitas budaya agar terus berkembang. Perubahan dunia begitu cepat. Budaya masyarakat adat terkikis sehingga butuh pelestarian nilai-nilainya. Tradisi masyarakat, lokalitas dengan kearifan lokal bisa terus dipelihara dan menjadi motor pembangunan. ?Film hanya satu media. Ada banyak lagi media," ujar Thomas.

Di Biak, pergelaran adat istiadat menjadi acara rutin untuk menebarkan perdamaian dan menghargai nilai keragaman dalam bungkus pelaksanaan program Dinas Pariwisata. ?Itulah pesan dari Biak untuk Nusantara. ( ma )

Berita Biak - HUT Armada RI diwarnai Insiden Perahu Terbalik

HUT Armada RI diwarnai Insiden Perahu Terbalik

Minggu, 29 November 2015 \ 12:00 WIT
Reporter : Dewi Amirahmawati

                         Lomba perahu dayung saat Perayaan HUT Armada RI di Pantai Water Basis
                                                             ( Fotografer : Dewi. A )

Biak– Sekitar puluhan peserta lomba ikut meramaikan perayaan HUT Armada Republik Indonesia yang ke – 70 di Pantai Water Basis Biak, minggu (29/11/2015). Perlombaan diagendakan mulai pukul 12.00 WIT.

HUT Armada RI pada tahun ini dimeriahkan dengan berbagai macam perlombaan, antara lain lomba perahu dayung, menggambar, baca puisi, pidato dan Ratu Pantai. Lomba menggambar diikuti peserta  yang berasal dari SD, masing-masing sekolah mengikut sertakan lima orang siswanya. Sementara lomba lainnya diikuti peserta usia remaja dan dewasa.

         Lomba menggambar saat Perayaan HUT Armada RI di Pantai Water Basis
                                                            ( Fotografer : Dewi. A )

Lomba perahu dayung diikuti enam pasang peserta. Perlombaan dilakukan sebanyak tiga putaran, dimana sekali putaran diikuti tiga perahu dengan masing-masing dua orang pendayung. Pada putaran kedua, perlombaan diwarnai adanya insiden perahu yang terbalik disebabkan adanya kesalahan teknis. Hal tersebut sontak mengundang riuh tawa penonton.

Panitia lomba menyiapkan sebuah sekoci untuk memberi pertolongan kepada peserta yang mengalami masalah di tengah jalannya perlombaan tersebut.Berkat dukungan cuaca yang cerah serta angin yang tidak bertiup terlalu kencang, perlombaan perahu dayung tersebut dapat terlaksana dengan baik tanpa adanya korban jiwa maupun insiden yang berarti.

Sementara itu, perlombaan lainnya diadakan sembari penonton disuguhkan hiburan di atas panggung berupa tari-tarian dari peserta Ratu Pantai. Acara tersebut berlangsung hingga berakhir sore hari. ( da )



Selasa, 01 Desember 2015

Spesifikasi dan Harga Asus Zenphone 2 Selfie - Kamera 13 MP

Satu lagi keluaran terbaru dari Asus Zenphone Selfie yang benar - benar saya rekomendasikan untuk kalian smua.... cantik n kualitas ok punya. untuk teman2 pecinta android, ini Hp Asus wajiblah anda miliki.
sedikit ulasan tentang si cantik ini ya... 

Spesifikasi Asus Zenfone Selfie

Jenis KartuDual SIM (Micro-SIM, dual stand-by)
Dimensi / Berat156.5 x 77.2 x 10.8 mm / 170 g
LayarIPS capacitive touchscreen, 5.5 inches 1080 x 1920 pixels (~403 ppi pixel density) Corning Gorilla Glass 4, oleophobic coating
Memori16/32 GB , Eksternal MicroSD 128 gb
Ram2/3 GB RAM
OSAsus ZenUI / Android OS, v5.0 (Lollipop)
ProcessorChipset Qualcomm MSM8939 Snapdragon 615, Clock Speed Quad-core 1.5 GHz Cortex-A53 & quad-core 1.0 GHz Cortex-A53
GPUAdreno 405
InternetHSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat4 150/50 Mbps
KonektivitasWi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, Wi-Fi Direct, hotspot, microUSB v2.0 (MHL TV-out), NFC, Bluetooth V4.0
Kamera Belakang13 MP, 4128 x 3096 pixels, laser autofocus, dual-LED (dual tone) flash Geo-tagging, touch focus, face detection, panorama, HDR, Video 1080p@30fps
Kamera Depan13 MP, 1080p, autofocus, dual-LED (dual tone) flash
BateariLi-Po 3000 mAh
Tampilan luar Asus Zenfone Selfie hampir mirip dengan Zenfone 2, karena Asus tetap meletakan tombol volume pada bagian belakang (Back Cover), dan tombol power pada bagian atas. Sementara untuk sisi kanan dan sisi kiri dibuat polos tanpa adanya tombol, kemudian untuk kartu sim dan microSD diletakan dibawah bawah back cover bersamaan dengan banterai Li-Po berukuran 3000 mah yang cukup awet dalam menopang daya komponen hardware dan softwarenya.
Kemudian untuk layarnya, mengadopsi layar IPS dengan ukuran 5.5 inci dan resolusi Full HD 1080 x 1920 pixels. Ketajaman layarnya sama seperti layar Zenfone 2, karena kerapatan pixelnya mencapai -401 ppi. Namun kal ini Asus memberikan lapisan kaca Gorilla Glass 4 yang membuatnya lebih kuat saat terjatuh, dan tergores benda tajam. Seperti yang kita ketahui bersama, layar yang dipakai Zenfone 2 masih menggunakan Gorilla Glass 3, sehingga untuk sektor layar akan lebih unggul Zenfone Selfie.
Desain Asus Zenfone Selfie mengusung “Ergonomic Arc design” yang membuatnya memiliki desain back cover melengkung, dengan sisi meruncing yang memiliki ketebalan 3.9 mm. Sementara untuk rasio dimensinya adalah berukuran (panjang 156.5 mm x lebar 77.2 mm x  tinggi 10.8 mm), dan memiliki berat sekitar 170 gram. Desain body belakang melengkung, membuat pengangan Zenfone Selfie semakin nyaman walaupun memiliki layar sangat besar.
Berbeda dengan Asus Zenfone lain yang mengandalkan processor Intel sebagai dapur pacunya, kali ini Asus memberikan processor Qualcomm MSM8939 Snapdragon 615 sebagai otak Asus Zenfone Selfie. Processor yang memiliki kecepatan Octa Core-64 Bit tersebut, mampu memberikan kinerja luar biasa dan lebih hemat pemakaian daya baterai, sehingga performa Zenfone Selfie semakin maksimal saat digunakan berfoto, ataupun menikmati konten multimedia seperti film dan game.
Untuk kali ini, Asus tak melengkapi smartphonenya dengan Ram 4GB, dan lebih memilih memasarkan Zenfone Selfie dengan varian Ram 2GB dan Ram 3GB. Harga Asus Zenfone Selfie Ram 3GB sudah pasti lebih mahal, karena dibekali memori internal lebih besar dengan kapasitas 32 GB, beserta dukungan memori ekternal mencapai 64 GB. Sementara untuk Ram 2GB, akan dibekali mememori internal 16 GB, sehingga otomatis harga Asus Zenfone Selfie Ram 2GB akan dibanderol lebih murah.
Peforma multitasking dalam menjalankan banyak aplikasi, semakin maksimal setelah ditambahkan sistem operasi Android Lollipop dengan balutan antar muka Asus ZenUI. Tampilan user interface Asus ZenUI memang terlihat lebih simple, dibandingkan antar muka Miui ataupun Lenovo VibeUi, namun untuk mengoptimalkan kinerja sistem operasinya, Asus menambahkan fitur ZenMotion yang berfungsi untuk mempermudah akses kamera, dengan menggambar huruf “S” saat layar standby.
Sesuai dengan harga Asus Zenfone Selfie yang dibanderol cukup mahal, ponsel ini dilengkapi konektivitas 4G yang memungkinkan anda mengakses internet pada kecepatan LTE Cat4 150 mbps. Selain itu, Asus juga menghadirkan fitur Dual Sim dengan konektivitas 3G HSDPA berkecepatan 42.2 mbps sebagai alternatif apabila penggguna Zenfone Selfie belum bisa menikmati jaringan LTE. Kemudian konektivitas nirkabelnya, sudah di sediakan teknologi NFC beserta Bluetooth V4.0 untuk memermudah transfer file.
Untuk Harga Bulan Desember 2015 ini Asus Zenphone Selfie ini harganya berkisaran Rp 3.150.000,- 
( harga bisa berubah sewaktu - waktu sesuai lokasi )