Assalamu'alaikum. Warohmatullahi. Wabarokatuhu..

Cari halaman Ini

Kamis, 10 Desember 2015

Berita Biak - Promosi Wisata Biak dan Konferensi Besar III Masyarakat Adat Papua

Promosi Wisata Biak dan Konferensi Besar III Masyarakat Adat Papua

Rabu, 09 Desember 2015 | 17.30 WIT
Mahwa Fokaaya


BIAK - Dewan Adat Papua (DAP) segera menggelar Konferensi Besar III Masyarakat Adat di Biak. Dewan Adat Daerah (DAD) Biak siap menyambut kedatangan para delegasi yang datang dari seluruh pelosok Papua. Konferensi rencananya digelar selama lima hari, mulai 28 Oktober hingga 1 November 2015. Kegiatan konferensi adat diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisata di Kabupaten Biak. Selain ada beragam pertunjukan seni dan budaya Papua, Biak memiliki banyak objek tujuan wisata dan kuliner. Ribuan delegasi dan wisatawan akan merasakan sensasi tanah papua sejatinya.

Biak merupakan salah satu kawasan di tanah Papua yang menjadi saksi bisu Perang Dunia II. Di pulau ini, ada sejumlah lokasi bentrok antara tentara Jepang dan Sekutu di masa lampau itu. Selain itu, Biak memiliki banyak spot keindahan alam yang membuat decak kagum para pengunjungnya. Tak heran bila kunjungan wisata ke Biak sangat pesat, terutama dari turis Jepang. ( mf )

Berita Biak - Mahasiswa Papua Kecam Pemerintah Terkait Kasus “Biak Berdarah”

Mahasiswa Papua Kecam Pemerintah Terkait Kasus  “Biak Berdarah”

Senin, 06 Juli 2015
Debora Sanadi




MALANG TIMES – Puluhan mahasiswa asal Papua yang menempuh kuliah di beberapa Perguruan Tinggi di Malang menggelar aksi damai. Mereka mengecam pemerintah karena dinilai tidak tegas dan lambat dalam mengusut kasus “Biak Berdarah” yang menelan korban warga sipil sebanyak 230 orang.

Puluhan mahasiwa tersebut tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang. Aksi dimulai pada pukul 11.00 WIB, Senin (6/7/2015) dari depan Stadion Gajayana dan berakhir di depan Balaikota Malang.
“Hari ini, tepatnya 6 Juli 2015, adalah hari berduka bagi kami. Yakni bertepatan dengan 13 tahun terjadinya kasus “Biak Berdarah”. Kasus “Biak Berdarah” itu adalah tragedi kejahatan terhadap kemanusiaan di Biak, Papua,” jelas Sayor, Koordinator aksi, saat ditemui di sela-sela aksi, Senin (6/7/2015).

Tragedi tersebut kata Sayor telah menewaskan setidaknya 230 korban. Detailnya, sebanyak 8 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, 4 orang terluka, sebanyak 33 orang ditahan tanpa ada alasan jelas dan sebanyak 150 orang disiksa dan sisanya masih belum diketahui alias misterius.

Tragedi tersebut jelas Sayor, sebenrnya berawal dari berkibarnya bendera “Bintang Kejora” di Pelabuhan Biak. Saat itu, ada aksi damai yang dilakukan oleh penduduk sekitar. Akibat kejadian tersebut sebanyak 230 orang itu hilang. “Ada yang dibunuh ada yang tidak diketahui keberadaannya,” katanya.

Mahasiswa yang kuliah di Malang, yang juga warga Papua katanya jelas merasa dikhianati oleh pemerintah saat ini. Karena pemerintah tidak pernah mengusut tuntas tragedi tersebut.
“Pemerintah hanya memanfaatkan kekayaan alam Papua. Tapi akyatnya ditindas dan dibunuh. Karenanya, kami wajib melawannya,” katanya dengan nada bersemangat.

“Saya dan kawan-kawan berharap, seruan kami ini didengar oleh Presiden Jokowi dan JK. 

Setidaknya kami sudah berusaha menyuarakan suara dan hak kami sebagai warga Papua. Dan semoga kawan media dan jurnalis bisa ikut membantu dalam aksi ini,” harapnya. 

Berita Biak - Festival Biak Munara Wampasi

Festival Biak Munara Wampasi

1 Juli 2015 | 14.00 WIT
Susanti Tarasen


BIAK - Festival Biak Munara Wampasi yang digelar di Kampung Mnurwar, Distrik Oridek, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.

Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat kamu ikuti seperti seperti penangkapan ikan secara adat (snap mor), menyelam, lomba foto bawah laut, Padaido Island Tour, Biak Exotic Tour, apen bayeren, dan juga akan ada pameran anggrek dan handricraft.

Biak Numfor merupakan pulau terluar Indonesia di Laut Pasifik, pulau terbesar di antara rantai kepulauan kecil di pesisir utara Papua. Selain memiliki ikatan sejarah istimewa dengan Perang Dunia II, perairan di sekitar Biak Numfor memiliki kekayaan bahari yang melimpah.

Gugusan Kepulauan Biak tertutup oleh hutan hujan yang menyimpan jumlah terbanyak spesies burung endemik.

By. SANGGAR SENI "SANERARO" Gr. NIKO ASARIBAB, SH

Festival yang dilaksanakan di Biak bermakna untuk membangun kecintaan masyarakat Biak agar dapat 
mencintai seni dan budaya serta dapat melestarikannya dan bukan hanya masyarakat Biak saja tetapi seluruh 
masyarakat Papua, dengan adanya festival ini banyak seniman dapat menampilkan hasil karya baik itu seni ukir, pahat, seni tari. budaya jalan diatas batu, (apen beyeren) menagkap ikan (snapmor) tempat wisata serta
makanan tradisional yang ada di kota Biak. ( st )

Berita Biak - IISIP Yapis Biak Amankan Posisi Kedua

IISIP Yapis Biak Amankan Posisi Kedua

SENIN, 30 NOVEMBER 2015 | 16:30 WIT
Reporter : Dwi Agustina Sari


BIAK - IISIP Yapis Biak amankan posisi kedua dalam Kejuaraan Invitasi Bola Voli Pangkosek 4 Cup. Di semi final yang berlangsung di Lapangan Kosekhanudnas Mandow-Biak, IISIP Yapis Biak berhasil tundukan lawannya kodim dan opiaref.

Pada grand final melawan tuan rumah Kosek, iisip yapis biak tertinggal 2-0 dengan skor 25-19 dan 25-21 pada 2 set awal. Memasuki set ke 3 dan 4 Pertahanan kosek mulai melemah sehingga perolehan point kedua tim 2-2, mulai terlihat perlawanan yapis untuk membalikan poin. Namun pada set terakhir yaitu set 5 IISIP Yapis Biak tidak mampu membalikan kedudukan, meski akhirnya Kosek bisa menutup game dengan selisih skor 15-13, dengan kedudukan dlm 5 set 3-2.

Umar sebagai assistan manager mengatakan meski baru mengikuti kejuaraan ini, IISIP Yapis Biak bangga mendapatkan posisi kedua, dalam kejuaraan tahunan yang di adakan oleh kosek hanudnas ini, ada 12 tim yang mengikuti turnamen dan dari 12 tim tersebut dibagi menjadi 4 pul (grup) yang berlangsung pada 23-30 November 2015, di Lapangan Kosekhanudnas. ( das )

Berita Biak - Hari Ini MKD Gelar Sidang Terbuka Kasus Setya Novanto

Hari Ini MKD Gelar Sidang Terbuka Kasus Setya Novanto

Lydia D.M. Simatupang

Jakarta, Progresnews.com — Setelah melalui perdebatan yang alot hingga menggunakan sistem voting dalam menangani kasus pencatutan nama presiden dalam perpanjangan kontrak kayra PT. Freeport oleh ketua DPR RI Setya Novanto, akhirnya Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) akan menggelar sidang terbuka hari ini, Rabu (2/12).

Sidang terbuka kali ini akan dilakukan pemeriksaan terhadap pihak terlapor yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, “Rabu (2/12), pukul 13.00 WIB, kita akan mengundang pengadu saudara Sudirman Said,” kata Ketua MKD Surahman Hidayat di ruang rapat MKD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/2) petang kemarin.

Sudirman akan diminta keterangannya seputar laporan yang ia sampaikan kepada MKD terkait dengan pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla oleh Setya Novanto dalam memuluskan kontrak karya PT Freeport Indonesia. Adapun berkas kunci yang hingga saat ini masih menjadi perdebatan adalah rekaman Setya Novanto bersama pengusaha minya Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoedin.

Setelah Sudirman, rencananya keseokan harinya, MKD akan memanggil pihak yang dinilai sebagai saksi kunci dalam kasus ini, yakni pengusaha minyak Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoedin. Dalam pertemuan dengan keduanyalah, Novanto diduga meminta saham PT Freeport dengan mencatut nama Jokowi-Jusuf Kalla.

Setelah ketiga pihak tersebut memberikan keterangannya dihadapan sidang etik MKD,  selanjutnya akan diputuskan apakah perlu untuk memanggil saksi lainnya atau langsung memanggil Setya Novanto sebagai terlapor.

Sebelumnya, Penentuan jadwal sidang ini sebelumnya melalui proses pembahasan yang alot hingga anggota MKD harus melakukan voting. Pada rapat Senin (1/12) kemarin, anggota MKD baru dari Golkar,  Gerindra dan PPP, membatalkan keputusan rapat yang sebelumnya telah disepakati, yakni melanjutkan persidangan etik atas kasus Setya Novanto.

Ketiga Fraksi tersebut mempermasalahkan dasar atau legal standing Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said sebagai pelapor hingga bukti rekaman antara Novanto, pengusaha minyak Riza Chalid, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin yang dianggap tak utuh.

Hingga akhirnya sistem voting pun diambil, dan mayoritas anggota MKD sepakat bahwa kasus Setya Novanto dilanjutkan tanpa melalui proses verifikasi berkas laporan yan disampaikan Sudirman Said. ( ls )

Berita Biak - Libur Nasional Serentak Pemilukada, Ruas Jalan dan Pasar Tradisional Tampak Sepi dari Pembeli

Libur Nasional Serentak Pemilukada, Ruas Jalan dan Pasar Tradisional Tampak Sepi dari Pembeli

Rabu, 09 Desember 2015
Reporter : Muhammad Nasrun


BIAK  Seorang pedagang tradisional yang berjualan di pasar tradisional yakni pasar darfuar mengatakan, dengan pemilihan kepala daerah hari ini di Supiori banyak masyarakat yang tadinya tiap hari berjualan akhirnya pada berangkat tadi subuh ke Supiori untuk ikut meramaikan pemilihan kepala daerah ( Pilkada ) di Supiori. Masyarakat Kabupaten Biak sangat mendukung dengan adanya pemilihan kepala daerah yang baru sehingga lebih membawa Kabupaten Supiori jauh lebih maju dan berkembang dan dapat membuka peluang bisnis bagi investor asing untuk bekerja sama.

Pusat keramain pun yang biasa terjadi di pusat kota tampak sepi banyak dari sebagian masyarakat yang memanfaatkan libur ini sebagai tempat beristirahat di rumah mereka masing - masing atau ada yang pergi berekreasi dan bahkan sebagian masyarakat asli kabupaten Biak yang lahir di Supiori atau tercatat sebagai penduduk Supiori yang menetap di Biak karena alasan pekerjaan atau Kuliah mereka pun ikut ke Supiori untuk ambil bagian dalam pemilihan kepala daerah tanpa mau kehilangan hak pilih mereka. Kurangnya keramain pun nampak terlihat di ruas-ruas jalan protokol. Banyak dari toko-toko besar baik toko sembakao maupun toko material pun tidak buka.


Kabupaten Biak merupakan salah satu kota kecil di antara kota-kota besar lainnya tetapi tingkat kenyamanan, kebersihan dan keamanan jauh lebih terjaga sehingga di saat libur-libur begini begitu nampak terasa sepi dan terjaga, sekalipun nampak sepi dan aman tetapi Bupati Biak Numfor menghimbaukan agar seluruh anggota Polri bersama anggota Brimob Kompi C Polres Biak, Papua dan anggota TNI disiapkan berjaga-jaga dalam rangka mengantisipasi jalannya pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang diadakan di Kabupaten Supiori, Papua 9 Desember 2015.


Kapolres juga berharap, ada partisipasi dari seluruh masyarakat Biak dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Supiori agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggungjawab sehingga dampak hal-hal yang bersifat provokatif tidak sampe ke kabupaten Biak numfor. 
( mn )

Berita Biak - Piala Adipura diarak Keliling Kota Biak

Piala Adipura diarak Keliling Kota Biak

Sabtu, 28 November 2015 10:50 WIB
Lidia Pratama Manan 



BIAK - Jajaran Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua melakukan syukuran dan pawai kendaraan keliling kota mengarak piala Adipura 2015 atas prestasi menjaga kebersihan kota kecil terbersih.

Pawai dilepas Bupati Thomas Ondy, pada Sabtu, diikuti para kepala satuan perangkat kerja daerah, petugas kebersihan, masyarakat serta sejumlah organisasi kemasyarakatan di wilayah itu.

Bupati Thomas Ondy menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat, satuan TNI/Polri, perkantoran pemerintah dan swasta yang sudah mendukung program kebersihan lingkungan yang digalakan pemkab sehingga Biak mampu merebut piala Adipura 2015.

"Atas nama pemkab Biak Numfor saya mengajak warga senantiasa menjagakebersihan lingkungan yang bersih, nyaman dan hijau sehingga dapat mempertahankan prestasi ini di waktu mendatang," ucapnya.

Arak-arakan pawai piala Adipura mendapat pengawalan aparat keamanan dari Satuan Lalu Lintas Polres dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Rute dilalui diantaranya Jalan Majapahit, Sisingamangaraja, Sudirman, Kampung Baru, Yafdas serta beberapa ruas jalan kota Biak lainnya.

Piala Adipura 2015 merupakan yang kedua setelah tahun 2014 juga meraih piala serupa dibawah kepemimpinan Bupati Thomas Ondy yang mampu mewujudkan kota Biak sebagai kota kecil terbersih di Provinsi Papua dan Papua Barat. ( lm )